Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player


Ide business minggu ini: 16 Mei 2011
By Roy Nelson Simanjuntak
Batak Enterpreneurs and Professionals Community (BEP Community)
“Key to Building Competitive Advantages and Unlocking Full Potentials”
“It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change” - Charles Darwin
Dalam lingkungan yang turbulen dimana tingkat kompetisi menjadi semakin ketat, kompetensi individu menjadi faktor kunci untuk dapat memenangi persaingan atau sekedar bertahan (survive) di dalamnya. Kompetensi individu yang baik sangat menentukan ketika ia berada dalam lingkungan perusahaan (sebagai karyawan/professional) atau ketika ia menjalankan usaha (sebagai pengusaha/ entrepreneurs). 

Jika seseorang tidak memiliki kompetensi yang baik di lingkungan pekerjaan, maka tinggal menunggu waktu saja ia akan didepak atau digantikan oleh orang lain. Namun sebaliknya, ketika ia memiliki kompetensi yang baik (terlebih lagi jika kompetensi itu “tak tergantikan”) , maka kita dapat pastikan ia dapat “survive” dalam lingkungan kerjanya. Begitu juga halnya dengan dunia usaha, jika sang individu (baca: pemilik) tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengelola sumber daya yang ia miliki untuk menciptakan nilai bagi usahanya, dapat dipastikan ia tinggal menunggu waktu untuk “gulung tikar”. Namun bayangkan jika ia mampu melihat peluang pasar dengan jeli serta mampu mewujudkan peluang tersebut menjadi penjualan secara berkesinambungan? Tentunya yang ia butuhkan adalah kompetensi, kompetensi, dan kompetensi…
Cukupkah dengan kompetensi saja?
Untuk menjadi individu yang handal dan dapat bertahan dalam suatu lingkungan, kompetensi menjadi kunci mutlak yang perlu dimiliki oleh individu. Namun, sebagai insan yang terpilih, menjadi pemenang adalah kewajiban bagi kita. We have an obligation to transform ourselves from “good” to “great
Lantas bagaimana kita dapat menjadi pemenang? Dalam era web 2.0 seperti sekarang ini, dimana ketergantungan terhadap informasi menjadi sangat penting, individu yang memiliki informasi yang lebih baik dapat mengungguli para pesaingnya. Untuk melakukan analisa yang akurat, seorang karyawan perlu memiliki data yang mumpuni dan terpercaya. Untuk membuat keputusan investasi, seorang pengusaha membutuhkan informasi mengenai potensi pasar agar investasinya tidak menjadi sia-sia (merugi). Tentunya informasi tersebut tidak mudah didapatkan jika kita tidak memiliki relasi yang luas dan terpercaya.
Batak Enterpreneurs and Professionals Community (BEP Community) yang terbentuk pada tanggal 29 Januari 2010 memiliki visi menjadi wadah komunikasi dan relasi yang terpercaya dalam memajukan komunitas Pengusaha dan Profesional Batak. BEP Community berasal dari beragam latar belakang pengusaha dan profesional. Berdasarkan bidang usaha, anggota BEP memiliki jenis usaha yang variatif, dimulai dari usaha yang beromset ratusan ribu hingga ratusan juta. Profesional yang bergabung dalam BEP Community juga sangat beragam, mulai dari tingkatan pegawai biasa hingga direksi perusahaan terkemuka di Indonesia. Keragaman para anggota dalam komunitas ini menjadi modal yang sangat berharga bagi para anggotanya untuk dapat bertukar informasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan/ usahanya atau sekedar bertukar pengalaman untuk memperluas pengetahuan masing-masing.
BEP Community memiliki nilai-nilai utama yang menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak, yaitu: Networking – menunjukkan sikap bersahaja dalam menjalin komunikasi dan relasi untuk kemajuan komunitas, Integrity – menunjukan kemampuan dan loyalitas terhadap organisasi dan percaya sepenuhnya pada norma-norma berorganisasi dalam komunitas, Competence – merujuk pada kecakapan dan pengetahuan yang baik untuk diolah agar senantiasa memberikan hasil terbaik dalam setiap kegiatan dan pekerjaannya, Excellence – memiliki kemampuan untuk senantiasa mengusahakan kesempurnaan dan peningkatan kemampuan terbaik bagi tiap individu untuk kemajuan komunitas. Ke-empat nilai utama ini disingkat dengan NICE, sebuah penegasan bahwa komunitas BEP merupakan (atau perlu menjadi) individu yang baik (“nice person”) dengan melakukan sesuatu yang baik (“to do nice things”) untuk mencapai sesuatu yang baik (“to have the nice things”).
“Join with us, let’s Build Our Competitive Advantages and Unlock the Batak’s Full Potential”
(http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=276082844139 ) or search BEP-Community on your Facebook
(http://bep.horas.or.id/)
Horas, Mjuahjuah, Njuahjuah
Salam,
Roy Nelson Simanjuntak