Banyak latar belakang yang mempengaruhi pikiran ini pada saat menciptakan gagasan Project Tapanuli, akan tetapi disini saya ingin memberikan beberapa faktor utamanya:
Latar belakang 1 - Connect – Indonesia.
Project Tapanuli diciptakan sebagai lanjutan dari sebuah cita-cita dan gagasan yang saya utarakan kepada sekelompok anggota komunitas Indonensia di Inggris pada bulan Januari, tahun 2000 yang lalu. Connect Indonesia lahir dengan misi utama keinginan untuk membantu ekonomi Indonesia (yang betul-betul ditimpa krisis saat itu) dan juga untuk membantu mengumpulkan dana untuk disumbangkan kepada anak-anak miskin di Indonesia, agar bisa melanjutkan sekolah, terutama sekolah dasar. Klik disinni untuk berita selengkapnya. (kembali keatas)
Latar belakang 2 - Perjalanan ke Tanah Batak. Kunjungan saya beberapa kali ke Tapanuli dalam waktu 10 tahun terakhir boleh dibilang selalu menitikkan airmata. Airmata terharu akan keindahanya dan juga airmata kecewa akan kurangnya pembangunan di daerah ini. Kunjungan saya ke Tapanuli 2 tahun yang lalu betul-betul membuat saya kecewa, dan secara tidak disadari harus mengucurkan airmata. Ulah siapakah yang membuat Tapanuli, terutama Danau Toba jadi kelihatan memble dan lapukan begini?. Danau toba yang yang dulu sangat indah seperti berlian mengkilap, jewell dari pulau Sumatra ini, dikagumi wisatawan dari seluruh penjuru dunia, sekarang nampak sepi dan tak terurus. (kembali keatas).
Latar belakang 3. Kehilangan ponakan yang sangat saya cintai, Mariani Manullang.
Membicarakan Anie, sering harus mencucurkan air mata. Anie adalah ponakan saya yang sangat tidak beruntung dalam hidupnya. Pada bulan Juni 2006, Anie di deteksi mengidap penyakit kanker payudara, pada usia 32 tahun. Dengan sangat kaget dan tergoncang, saya menerima kabar itu dari keluarga dan harus berusaha untuk tidak menunjukkanya setiap saya bicara dengan Anie melalui telepon. Saya merasa terpukul "hidup ini betul-betul tidak adil", kenapa harus Anie, sedang anak ini adalah anak yang paling halus di dunia ini, dengan hati yang sangat mulia.. Klik disini untuk cerita penuh tentang Anie. (kembali keatas)
Bulan Oktober tahun lalu, dengan tidak sengaja menemukan informasi tentang sebuah charity/derma kecil di Inggris dengan nama Children of Sumatra, dimana misinya adalah untuk membantu anak-anak sumbing di Sumatra. Pelopornya adalah seorang wanita muda keturunan Inggris, yang menikah dengan pria keturunan Aceh. Saya telah menghubungki Katie Pavett karena sangat salut atas kerja mulianya. Saya juga menawarkan untuk membantu mengumpulkan dana untuk anak yang tidak beruntung tersebut, sekalipun belum sukses sekali, karena saat ini menangani fundraising Trek China dan juga Project Tapanuli. (kembali keatas)
Pengabdian Katie kepada anak-anak Sumatra, termasuk anak-anak Batak, telah memberikan inspirasi besar dalam diri saya. Saya sangat bangga dengan kerja amal ibu Inggris ini. (kembali keatas)
Latar belakang 5: Barak Obama
Suksesnya Barak Obama menjadi Presiden Amerika Serikat, dan mengetahui kalau dia juga pernah jadi murid SD di sekolah dasar di Jakarta, membuat saya sangat mengagumi Presiden Amerika ini.
Tentunya saya tidak perlu lagi menceritakanya disini, saya yakin kita semua sudah mendengar cukup banyak beritanya, latar belakang dan kesuksesanya.
Kita semua harus bisa meniru keuletan dia dan pengabdian ibunya yang banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak di pulau Jawa semasa hidup beliau. (kembali keatas)
Kesimpulanya adalah: siapapun kita ini, apapun latar belkangnya, kalau kita punya cita-cita, teruskanlah. Kita jangan menunggu hingga kita kaya dulu, atau jadi terkenal dulu, atau harus sukses besar dulu baru beramal. Semua kita bisa beramal, sebagaimanpun kecilnya, semua nilainya itu sama di hadapan Yanng Maha Esa. "Dimana ada kemauan disitu ada jalan" Seperti Barak Obama bilang: “YES YOU CAN”.Terimakasih telah menyempatakan diri untuk membaca latar belakang Project Tapanuli ini.