Berbicara soal musik, tentunya tidak asing lagi kalau suku Batak itu selalu diasosiasikan dengan musik dan suara bagus. Ketika kita mengatakan kepada seseorang bahwa kita itu orang Batak, secara otomomatis mereka selalu berprasangka kalau kita punya suara bagus dan pintar menyanyi. Memang, boleh dibilang musik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari orang Batak. Didesa-didesa, biasanya setelah orang pulang dari ladang dan habis makan malam, bapak-bapak dan anak muda dewasa akan berbondong-bondong ke warung tuak dan marmitu (menyanyi besama) disana. Warung tuak itu boleh dibandingkan dengan sebuah pub di Eropah, dimana orang-orang sering berkumpul minum dan makan sambil menjalin persahabatan sosial dengan penduduk desa lainya.
Dimasa-masa lalu, perayaan tahun baru dan Natal yang sering di meriahkan oleh musik tradisional Batak, dimana independent band akan keliling desa untuk menghibur rakyat. Kadang-kadang mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang, kueh2 atau pun minuman yang mengandung alkohol, seperti bir, kamput (samsu) dan tuak. Pesta pernikahan dan kematian juga sering diiringi oleh pagelaran musik tradisional.
Alat-alat musik Batak terdiri dari berbagai jenis instrumental, seperti seruling Bambu, hasapi (kecapi), gitar akustik, gitar keroncong, biola (violin), gong (yang disebut ogung), gondang (berupa gabungan beberapa instrument, dengan sederet gendang sebagai tulang punggung utamanya).
Kami berharap untuk mengikut sertakan informasi dalam bentuk gambar dan photo dalam waktu dekat.
OPERA BATAK.
Kalau anda lahir di Jakarta, dan orang tua mungkin jarang berbagi cerita tentang hal-hal yang berbau Batak, maka tentunya anda mungkin tidak mengenal seni Batak yang disebut "OPERA BATAK". Waktu saya masih kecil dulu, ada beberapa group Opera Batak yang sering manggung dikampung kita. Yang saya sangat ingat adalah Opera Serindo, dan Opera si Tilhang. Waktu itu inong dan among (mama dan papa), membawa kita nonton, pada hari Sabtu atau Minggu, yang jelas bukan hari-hari sekolah.
Pengalaman yang sangat indah dan sangat saya banggakan, dan tidak mungkin akan terlupakan. Penyanyi yang saya betul-betul ingat adalah Boru Regar dan Boru Situmorang. Dan lagunya kakak Boru Regar.....masih jelas bersenandung di kepala saya seperti salah satu lagunya adalah "Marulak hutingkir tu alaman manang naung ro ho sian nadao....manang na dididia ho....ito na lagu. Tar ilu-ilu ahu....paimahon ho, soada baritam, tona pe soro...manang na didia ho....ito na lagu" Dan anak-anak akan menirunya di kampung. Pada saat berangkat kesekolah juga kita sering nyanyi rame-rame, lagu-lagu Opera Batak. Dan secara bangga, saya masih bisa menyanyikanya sekarang. Salah satu lagi lagunya adalah: Ro do au diudan haba-haba i, lao mandapothon ho o ito nauli lagu.....golap mak-mak hubolus doi, ambolas pe hutaon doi....dan seterusnya........
Tapi dimana beliau-beliau itu sekarang? Waktu beliau-beliau itu adalah idol dari remaja-remaja dan anak-anak kecil Tanah Batak. I loved them!! I missed them!! I wish I could see them playing again!!
Banyak diantara kita yang yang tidak begitu mengenal Totor Batak. Padahal Tortor itu banyak macam ragamnya, karena setiap suku Batak (Toba, Pakpak, Mandailing, Simalungun, Karo dan Angkola) memiliki tari-tari yang berbeda. Banyak orang-orang di luar Tapanuli sering menduga bahwa Totor itu hanyalah milik orang Toba, karena kenyataanya memang adat Batak Toba kelihatan lebih menonjol kepermukaan karena suku Batak Toba itu sangat fanatik akan keBatakanya sehingga mereka lebih sering menggebu-gebu akan adat dan Budaya Batak. Sayang sekali, mestinya suku Batak lainya, mestinya harus dapat mengimbangi ini, agar tidak kelihatan timpang (imbalance).
Saudarakau dari Pakpak, Mandailing, Simalungun, Karo dan Angkola, bergabunglah bersama kami orang-orang Toba ini, memperkenalkan Budaya seluruh Batak ke dunia. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Mari kita tunjukkan kepada seluruh Indonesia, bahwa Batak itu ada 6, dan punya enam bahasa juga dan punya 6 seni dan budaya yang berbeda-beda. Saya juga kalau ada yang mau mengajari, ingin sekali agar bisa berbahasa Karo atau Simalungun, atau Bahasa Batak lainya, saya yakin pasti sangat menarik.
Oh ya, keinginan saya untuk memperomosikan persatuan dan apersahabatan semua Batak disini, terus terang bukan karena cari muka atau mencari "Vote"lho. Saya itu bukan CALEG, dan agar lebih yakin lagi, saya itu berdomisili tetap di luar Indonesia, tepatnya di London, Inggris. Jadi saya hanya mengudang saudaraku suku Batak lainya untuk saling berbagi sayang dan seni, demi masa depan Tanah Batak. Ada sih maunya, ya....itulah....saya ingin "having fun" bersatu dengan Batak lainya, selain Batak Toba.
Yang ingin bergabung untuk membentuk Tortor dan mau diskusi mengenai Tortor, ikutanlah di Facebook. Maaf kalau kami harus mengarah ke Facebook untuk tempat berdiskusi, selain terbuka untuk siapa saja, anda juga bisa membuat topik yang perlu kita bicarakan Jadi "HALAMAN=PAGE" tersebut adalah milik kita bersama, tidak ada yang jadi boss. Yang jelas isinya bisa diterima satu sama lain, tidak mencela, memfitnah atau kasar. Kalau kasar dan asam isinya....ya aku harus hapus lah, biar yang lain tidak tersinggung.
Disini kita ingin membina persahabatan berdasarkan kasih sayang tanpa memandang hirarki (jadi tidak perlu bicara tentang panjang lebara tentang politik atau agama).
Ukiran Batak
Buat mereka yang belum pernah mengunjungi Tanah Batak dan tidak begitu paham akan kehidupan Batak, tentunya tidak akan tau dan bisa memahami bahwa kehidupan orang Batak dikelilingi ukiran. Kalau kita melihat rumah-rumah adat Batak, terutama yang sangat tua, sangat sarat dan kaya dengan ukiran. Ukiran yang cukup sederhana namun sering berwarna cerah merah menyala kombinasi dengan hitam, menggambarkan semangat hidup orang Batak yang selalu menyala-nyala. Contoh ukuran yang begitu gagah dan mempesona adalah Pasar Balige.
Selain mengukir kayu, orang Batak itu juga punya sejarah dengan keahlianya mengukir batu alam. Ini terlihat dengan adanya bukti-bukti peninggalan sejarah di beberpa daerah di Tanah Batak, baik itu dari Toba, karo, Pakpak dan suku Batak lainya.
Dalam waktu dekat, kami akan mencoba untuk mempulikasi photo-photo ukiran Batak di halaman ini.
Banyak lagi hal-hal yang berbau seni dan musik Batak, yang secara perlahan-lahan akan kami paparkan lewat halaman ini.