Tentunya kita semua tau bahwa wisata Tanah Batak bukan lagi satu hal yang asing buat kita. Wisata Tanah Batak, terutama Danau Toba, telah menjadi wisata dunia, dikunjungi tamu-tamu dari manca negara. Di wilayah Danau Toba, banyak diantara turis, terutama turis nasional hanya mengenal daerah seperti Parapat, Tuktuk & Tomok.
Namun baik di wilayah Danau Toba itu sendiri maupun di daerah lainya, tentunya masih ada ratusan lokasi wisata bertebaran, namun karena kurangnya informasi bagaimana mengunjungi tempat-tempat tersebut, maka sering tempat-tempat wisata itu tidak dikelola dengan baik dan yang sudah dikelola sering kurang perhatian sehingga terabaikan dan akhirnya tidak dikunjungi turis lagi.
Saat ini kami sedang mempersiapkan banyak dokumenasi mengenai wisata Tanah Batak dan kami harapkan di publikasi dalam waktu dekat.
PENTING: Informasi yang kami sajikan melalui halama-halaman wisata disini, bukan hanya semata-mata menunjukkan keindahan alam Tanah Batak, namun sepanjang perjalanan dalam kunjungan yang kami lakukan, kami menganalisa dan memberikan kritik membangun, yang mungkin mejadi input buat kita semua yang ingin membantu pembangunan daerah wisata Tanah Batak.
Melalui halaman ini, kami tidak muluk-muluk, namun kami jujur, menilai yang indah dan memberi deskripsi keindahanya, begitu juga dengan yang kurang dan kotor, kami juga memberi diskripsi kekuranganya dan kekotoranya.
Banyak kekecewaan, yang kami alami dalam kunjungan ini, dimana kami melihat bahwa Tanah Batak itu punya potensi tinggi untuk menjadi daerah wisata kelas tinggi, namun sangat kurang perhatian pemerintah dalam pengelolaanya.
Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.
Sangat disayangkan, bahwa pemerintah setempat kelihatanya sama sekali tidak memiliki analisa yang tinggi atas potensi perkembangan wisata daerah ini, besarnya potensi revenue daerah yang mungkin masuk dari bidang wisata. Infrastruktur yang tidak bisa diandalkan, dan kurangnya penyuluan yang diberikan kepada pengusaha2 yang bergerak dalama bidang pelayanan wisata, seperti perhotelan dan restauran,
Menjamurnya technology dunia maya di daerah ini, tentunya harus digunakan sebagai jembatan untuk memasarkan keindahan Tanah Batak ke dunia luar. Semoga PEMDA setempat bisa menyadari keuntungan mereka memimpin tanah dan daerah diatas kolam "Susu dan Madu"