Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player


Tamu kita minggu ini: 20 Juni 2010

Paian Saragih

Pengusaha Nenas di Sempung, Kabupaten Dairi dengan lahan seluas 2 ha.

Berbincang-bincang dengan Bapak Paian Saragih, pengusaha nenas dari Sempung, telah memberikan saya pandangan luas akan kurangnya perkembangan pertanian dan perekonomian di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Dairi pada khususnya. Kepuasan atas hasil tani yang tidak seimbang dengan kerja keras yang dilakukan, merupakan tanda pasrah dengan kurangnya penyuluhan untuk bisa lebih maju dan produktif. 
Ketimpangan ini kelihatanya tidak lagi mempengaruhi situasi business sehari-hari, dimana "mindset"yang telah mengakar, dengan persepsi "Segini saja cukup". Dari hasil obrolan kami terlihat bahwa sebenarnya ada pintu untuk lebih maju dan produktif. Kesempatan itu ada namun terbentur dengan kemampuan kapasitas produksi, sehingga hasil yang ada hanya sekedar dijual di warung kecil di perkebunan itu, sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari.  Membina kelompok tani mandiri dan cooperative, mungkin adalah salah satu jaringan yang bisa di masuki untuk membuka pintu ekspor yang lebih dipercaya dan bisa diandalkan. Adakah harapan baru untuk petani-petani di Desa seperti bapak Saragih?
Interview spontan ini dalam rangka research dan development dari Project Eco Farm (The Eco Farm Project).
Terimakasih
Nelly Br-Torus